Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

8/18/2016

Liliyana Natsir marah Ketika sampai kedudukan match point 20-12 di gim kedua


Liliyana Natsir marah Ketika sampai kedudukan match point 20-12 di gim kedua


 Ketika sampai kedudukan match point 20-12 di gim kedua, Tontowi Ahmad berjingkrak-jingkjrak, sesuatu yang membuat pasangannya, Liliyana Natsir marah.

Dalam siaran langsung SCTV  terlihat Liliyana menggerutu dan  meminta Tontowi untuk berkonsentrasi pada permainannya. Untungnya akhirnya pasangan Indoensia ini merebut gim kedua ini 21-12, melengkapi gim pertama 21-14.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses mencatatkan sejarah baru bulutangkis Indonesia. Keduanya merebut medali emas di Olimpiade Rio 2016 usai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Malaysia, 21-14, 21-11. Hasil ini sekaligus menjadi kado spesial di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71. 

“Saya dan Owi kaya belum percaya bisa juara. Tapi kami sangat bersyukur. Kami berterima kasih buat keluarga, pelatih dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan. Akhirnya kami bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia,” kata Liliyana seperti dikutip badmintonindonesia.

“Ini kado terindah dari Tuhan. Kado ini saya persembahkan untuk Indonesia bertepatan dengan hari kemerdekaan. Kami bersyukur kepada Tuhan. Terima kasih untuk istri, anak, keluarga, pelatih dan semuanya yang mendukung selama ini,” kata Tontowi menimpali.

Tontowi/Liliyana tampil luar biasa di partai puncak Olimpiade Rio 2016 ini. Keduanya terus menyerang sejak awal pertandingan dimulai. Tontowi/Liliyana tak memberikan kesempatan kepada Chan/Goh untuk mengembangkan permainan.

“Kami sudah lega banget mendapat hasil ini. Setelah ini mau istriahat dulu, refreshing. Karena selama ini bebannya cukup berat menuju Olimpiade,” ungkap Liliyana.

Tontowi/Liliyana dan Chan/Goh sebelumnya sudah sembilan kali berhadapan. Skor pertemuan mereka 8-1 untuk pasangan Indonesia. Pertemuan terakhir mereka terjadi di babak penyisihan grup C Olimpiade Rio 2016. Tontowi/Liliyana menang dua gim langsung dengan 21-15 dan 21-11.

Ini merupakan emas pertama untuk sektor ganda campuran. Terakhir di Olimpiade Beijing 2008, Nova Widianto/Liliyana Natsir meraih medali perak.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Olimpiade Rio 2016

sumber: kompas

Share:

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merengkuh medali emas di Olimpiade Rio 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12, pada babak final di Riocentro Pavilion 4, Rabu (17/8/2016).


Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merengkuh medali emas di Olimpiade Rio 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12, pada babak final di Riocentro Pavilion 4, Rabu (17/8/2016).



Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merengkuh medali emas di Olimpiade Rio 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12, pada babak final di Riocentro Pavilion 4, Rabu (17/8/2016).

Berikut adalah 7 catatan menarik dari hasil final bulutangkis nomor ganda campuran Olimpiade Rio 2016 :

1. Owi/Butet tak pernah kehilangan satu game pun selama Olimpiade Rio 2016. Mulai dari melawan pasangan Britania Raya, Thailand, Cina dan sesama pasangan Indonesia serta dua kali melawan ganda campuran Malaysia, mereka menang dua set langsung.

2. Keberhasilan Owi dan Butet adalah persembahan medali emas pertama dari nomor ganda campuran. Sebelumnya, prestasi terbaik dari nomor ini adalah dua medali perak.

3. Liliyana Natsir, yang merupakan pasangan Tontowi Ahmad, menjadi wanita Indonesia kedua yang berhasil meraih medali emas Olimpiade setelah sebelumnya Susi Susanti di Olimpiade Barcelona tahun 1992.



sumber: kompas

Share:

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

Support